VARA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

January 15th, 2007 by aleeya-nabila

1. Sholat tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
Dengan sholat, do’a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati menjadi
tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya

2. Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita.
Dan dapat secepat kilat menjemput.

3. Membayangkan tidur di dalam kubur.
Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat
kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat
menemani kita di alam kubur nanti.

4. Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.
Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan
tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa
neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah
bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu
dijalan-Mu.……

5. Membayangkan surga-Nya.
Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat
dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi
waktu.Semoga kita dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya.
Amin…..

6. Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah
SWT
Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah.
Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih
bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai
keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih
mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dsb.Kenapa kkita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya. ??

renung2kanlah….

1.39 p.m (lab kusza)

Takdir Tuhan………..

January 6th, 2007 by aleeya-nabila
Assalamua’alaikum Wr.Wb                
"Adakah itu Takdir Tuhan"?……pertanyaan yang "subjective" bagi pandangan umum.Sebaliknya jika diletakkan pada sudut pertanyaan yang lain dengan; "Apa itu Takdir"? akan lebeh munafaatkan manusia secara kefahaman yang mendasar hinggalah kepada asal usul "Takdir" tersebut..
 
Mulai dengan Kefahaman nilai2 pengetahuan agama Islam yang murni.Peranan yang utama adalah pendidikkan akan hal2 tersebut pada manusia itu sendiri agar jangan mudah sangat mengolahkan sebab muasabab kalimat "Takdir" itu pada Allah SWT akan punca terjadinya suatu musibah atau keburukkan.
 
Ini adalah amat penting dari segi pembangunan minda manusia itu agar tidak ternodai dan dinodai dengan unsur2 yang mengelirukan. Kenapakah kalimat "Takdir" kerap atau semula jadi bermain dibenak manusia tiap kali hal2 musibah berlaku? Namun apabila suatu kejayaan atau keselamatan untuk diri manusia itu berlaku, jarang dikatakan "Takdir".
 
Manusia adalah Mahluk yang dicipta oleh Allah SWT:1
 
Hal ini memang bukan baru bagi kita yang beragama Islam. Kerana melalui ilmu pengetahuan agama Islam itu sendiri telah mendidik diri manusia akan hal2 tentang keujudan nya dimuka bumi ini. Kita diberi tahu siapakah kita dan yang amat penting adalah siapa  DIA pencipta kita..
Pola pemikiran yang semula jadi :2
Hal keadaaan sifat yang kena jadinya inilah yang sering menghambat pola pemikiran manusia,sama ada yang beragama Islam ataupun tidak, akan    menyerahkan segala hal2 yang bersangkut paut dengan kemelut hidup dan matinya kepada Allah SWT.Maka dengan kelemahan2 tersebut,Allah SWT membekalkan tiap2 ummat dengan Nabi2 dan Rasol2Nya bagi dapat mengkukohkan keadaan agar hidup dan matinya dalam keadaan sejahtera..
Para2 Nabi dan Rasul Dan Empat Buah KItab Suci :3
 
Tidak terlepas begitu saja, Para2 Nabi dan RasolNya akan mengkhabarkan untuk manusia undang2 yang perlu dilaksanakan untuk mencapai keselamatan tersebut.Khabar yang akan dipesankan itu dimatri didalam empat buah Kitab suci iaitu Zabur,Taurat, Injil,dan Alquran.
Pada masa sekarang Kitab Al-Quran adalah sumber utama bagi panduan untuk manusia membongkar dan mengali agar dapat petunjuk dari hal2 maksud dan tujuan ianya dicipta serta hal2 keselamatan untuk  kehidupan manusia didunia menuju keselamatan hidup diAkhirat..
.4: Kitab2 Hadiths,Ulama’ 2 Dan Petunjuk Taufik Hidayah
Ditambah lagi dengan hadiths para2 sahabat, shuhadah,sholehin, serta ulama’2 salaf,dan kalangan2 ‘arifin billah yang  mendapat taufik dan hidayah dari Allah dan RasolNya untuk tetap membantu diri manusia dalam penentuan dan perlaksanaannya berkaitan dengan "Qadha’ dan Qadar" tersebut..
5: "Qadha"
Apa itu "Qadha"? Ianya adalah suatu "penentuan" yang telah diberikan kepada manusia untuk "Menentukan" nasibnya didunia ini menuju Akhirat.Apakah yang sudah ditentukan Allah SWT untuk manusia? Iaitu "Nyawa" atau "Jiwa".Inilah "Takdir" Tuhan yang sangat mulia disisiNya.Inilah suatu kesempurnaan yang paling agung sudah disediakan dalam diri manusia, jika dibandingkan dengan ciptaan2Nya yang lain.Jika dikaji dan difahamkan ianya ada tersirat suatu yang lebeh halus dari jiwa itu sendiri pada hakikatNya.
6: "Qadar"
Manakala "Qadar" itu adalah suatu "Perlaksanaan" bagi diri manusia itu mesti lakukan apa2 yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Oleh kerana sudah diberi suatu "Qadha" iaitu "Jiwa" tersebut, maka tidak boleh terlepas dari apa2 yang mesti dilaksanakan selaku "Kholifa" dimuka bumi ini.
Maka dalam soal hidup, manusia itu mestilah bijak memilihnya.
7:  Kejahilan dan kedholiman manusia akan kesempurnaan pada dirinya. 
Hal sedemikian selir berganti turun temurun menimpa diri manusia dimuka bumi ini.Kisah dalam Al-Quran banyak menceritakan akibat2 yang diterima oleh manusia2 yang engkar terhadap Allah dan RasulNya. Begitu juga akan kedholiman2  yang diperlakukan atas diri manusia itu sendiri.Apakah pelajaran yang dapat kita perolehi dari kisah2 tersebut? Secara ringkas manusia telah menyangkal akan kejadaian nya yang dijadikan Allah SWT,  dan tidak mematuhi nasehat2 dari  Para2 nabi dan RasolNya. Membawa manusia kejurang yang paling hina dan sehabis2 jahat mahluk iaitu, derhaka.
8: Menularnya benih yang rusak
Melengkapi dengan ilmu pengetahuan hakikat saja yang boleh memahami akan terjadinya penularan tersebut. Yang mana banyak boleh didapati didalam Al-Quran itu sendiri. Kenapakah ianya hanya dapat difahamkan melalui ilmu pengetahuan hakikat? Secara logika bila disebut dengan "benih"
Ianya merupakan dari sudut hakikat juga.
Hakikat yang dipertaruhkan kedalam diri manusia itu, yang mana dikatakan  dengan semulia2 kejadian. Berpuncanya benih yang rusak adalah hasil perbuatan manusia itu sendiri. Kerana kejahilan, kesombonggan, lantas tidak menghiraukan perlunya ilmu pengetahuan berbentuk hakikat yang diakui oleh Allah dan RasulNya.
9: Dari sudut pengetahuan Hakikat
Sebagai contoh; kajian2 pada ilmu pengetahuan "science" pada kefahaman seorang "doktor" sering mengatakan penyakit2 seperti darah tinggi, penyakit kencing manis, kanker dsbnya ada membuktikan punca dari keturunan tidak kira sama ada seorang itu Islam ataupun tidak.Dalam hal begini, terutama sekali bagi yang beragama Islam, perlunya menanyakan apakah dan kenapakah hal sedemikian boleh terjadi?
Jawabannya adalah, keengkaran telah lama berlaku pada keterunan2 kita.Ini yang perlu kita sedar dan menerimanya dengan jujur.Ini baru suatu gambaran pada penyakit2 yang telah disebutkan. Macam mana pula halnya bagi yang terkena penyakit2 "mysterious" yang alat2 canggih tidak berupayah menyembuhkan?
Penularan benih yang rusak bermaharaja disegenap lapisan manusia pada masa sekarang. Luarnya kelihatan baik dan maseh bagus akan tetapi penularan sudah subur dan hanya menunggu saat persemaian benih berlaku saja diantara manusia, laki2 dan perempuan, suami dan isteri!…hasilnya benih yang sudah rusak, cacat dan cedera!
10: Siapakah yang mesti dipersalahkan?
Dengan memberikan pandangan2 ini, untuk saudara yang sudi menerimanya, tidak dikecualikan untuk diikhtibarkan kembali pada diri saya selaku seorang Islam. Bukanlah kata2 saya ini dari hawa nafsu,malahan kefahaman tersebut dipelajari dari yang telah menerima taufik dan hidayah dari Allah dan RasulNya, memberi pencerahan akan kenapa hal2 tersebut boleh terjadi.
Seperti mana yang telah kita maklumi, asal ciptaan manusia itu adalah "didalam" sebaik2 atau sempurna kejadian.Begitu juga soal keperluan manusia dalam hal2 makan dan minum bagi kesehatan tubuh yang kasar agar tidak memudharatkannya, selagi itu merupakan dari yang halal dan  pada keperluan yang sederhana?
Tetapi kenapakah soal pemakanan yang halal seperti gula,daging, telur,nasi  dsbnya,boleh menjadi mudharat bagi sesetengah manusia?Adakah segi kesempurnaan "pemakanan kerohaniyah" yang menjadi punca penyebabnya, kerna salah pelaksanaannya sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasolnya? Sama2lah kita renungkan, apahalnya kulit2 yang sudah rosak,hati yang sudah rosak, jiwa yang sudah rosak dan roh yang sudah rosak. Apakah penawar dan rahmatNya yang sudah dikhaskan bagi kita yang beragama Islam.
Bagi mereka2 yang maseh mempunyai pangkat,derajat dan kekayaan didunia ini, mungkin tidaklah berat menanggong akibatnya yang berupa materi, jika keluarga2 mereka, sana ‘ saudara mereka dilanda musibah sedemikian. Apahalnya pula bagi mereka2 yang miskin, hina, hidup dalam keadaan serba kekuranggan…ibarat "kais pagi makan pagi…kais petang makan petang" untuk mengisi kebutuhan keluarga2 mereka, sana ‘ saudara mereka, dan juga sahabat2 mereka sebangsa seagama, yang sentiasa tidak mencukupi. Darimanakah kemampuan bagi mereka2 untuk melunasi biaya rawatan yang sangat mahal. Padahal….yang dirawat belum tentu diperpanjangkan umurnya.Katakanlah yang baik dan yang benar itu tetap dari Allah dan RasulNya. Manakala yang jahat dan yang salah itu berpunca dari hawa nafsu kita sendiri!
Salam keugamaan dengan ucapan assalamualaikum Wr.Wb

—aleeya(nama anak buah kesayangan)

December 19th, 2006 by aleeya-nabila

BALDATUN TOIYYIBATUN
WA RABBUN GHAFUUR
Sebuah Negara Idaman .

Firman Allah di dalam surah Saba’ :

Sesungguhnya bagi penduduk Saba’ di negeri mereka ada suatu ayat (tanda kekuasaan Allah) yaitu dua bidang kebun, di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (di katakan kepada mereka), Makanlah rezeki Tuhanmu dan bersyukurlah kepadanya, Inilah negeri yang baik dan tuhan yang pengampun.

( Surah Saba. Ayat : 15 )

Ini adalah sebahagian daripada ayat di dalam surah Saba’ yang menceritakan tentang kisah tamaddun di zaman lampau yang menjadi kuasa besar di bahagian selatan semenanjung tanah arab. Suatu kuasa yang telah melalui zaman pembinaan, zaman kegemilangan dan zaman kajatuhan.

Ayat di atas menceritakan zaman kegemilangan kaum Saba’, (kitab injil menyebut Sheba’) yang bukan sahaja sahaja merupakan sebuah negara yang kaya, bahkan ia merupakan sebuah negara yang mendapat pengampunan daripada tuhan.

Sebuah kerajaan yang teragung dan yang terbesar yang menurut satu riwayat pernah menaungi semua kerajaan yang berada di semenanjung tanah arab pada zaman lampau.

Mempunyai pemerintahan yang bertahan selama ratusan tahun bermula pada tahun 950 SM sehingga 115 SM. Oleh kerana keagungan yang telah di lalui oleh mereka ini, maka kisah ini di rakamkan oleh Allah swt di dalam surah Saba’ dan surah Al-Naml.

Kemajuan Saba’ Dan Kegemilangannya.

Jikalau kita melihat didalam kitab kitab sejarah, seperti Al-Bidayah Wa Al-Nihayah, maka kita dapati ketinggian Tamaddun Saba’ ini mempunyai beberapa keistimewaan jika di bandingkan dengan tamaddun-tamaddun arab lain seperti kerajaan Himyar, Ma’in, Qataban dan lain-lain.

Keistimewaan-keistimewaan ini adalah di antara punca kerajaan Saba’ mencapai tahap kecemerlangan yang tinggi. Walaupun di sana telah di gariskan banyak punca kecemerlangan, di sini saya kemukakan noktah yang paling penting yang menjadi punca kemajuan mereka, iaitu kemajuan mereka adalah kemajuan yang di dorong oleh aspek ketaqwaan kepada Allah swt. dan akidah yang tulen.

Maka dengan sebab inilah Saba’ di sifatkan sebagai negara yang makmur, dan negara yang mendapat pengampunan daripada Allah swt.

Jika kita mengkaji kitab sejarah, seperti Al-Kamil fi al-Tarikh, Al-Bidayah wa Al-Nihayah, dan juga kitab-kitab tafsir berkenaan dengan kisah ini, maka kita akan dapati bahawa zaman kegemilangan ini berpunca daripada perutusan Nabi Allah Sulaiman Alaihissalam, yang telah menjadikan Ratu Balqis yang merupakan Ratu yang memerintah Saba’ sebagai seorang yang beriman kepada Allah swt.
Maka bermulalah zaman keagungan Saba’. Maka kita percaya dan beriman tentang janji Allah swt,

Jika sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, nescaya kami akan tumpahkan keberkatan daripada langit dan keberkatan dari bumi, tetapi mereka mendustakan, maka sebab itu kami seksa mereka di sebabkan usahanya itu.

( Surah al A’raaf . Ayat : 96 )

Tamadun Saba’ Di Zaman Iman Menjadi Role Model.

Apakah kita tidak percaya dengan janji Allah yang menjanjikan limpahan berkat daripada langit dan bumi, jika negara kita negara yang beriman? Apakah kita tidak yakin dengan janji ini sebagaimana orang kafir tidak mengimaninya? atau kita lebih yakin kepada barat yang merupakan tamadun yang tidak islam pada hari ini sebagai ikutan kita untuk mencapai tahap kemajuan ?

Perbezaan antara tamaddun Saba’ dan tamaddun barat pada hari ini amat berbeza, tamaddun barat pada hari ini hanyalah maju dari sudut ekonomi, teknologi dan ketenteraan sahaja.

Tetapi Kerajaan Saba’ bukan setakat itu, bahkan ia mendapat kemajuan dari sudut sosial di samping mempunyai empayar ekonomi, ketenteraan dan teknologi pembinaan yang tinggi sehingga mereka dapat membina empangan Ma’rib yang masyhur dan masih kekal sehingga ke hari ini.

Kemakmuran dan keberkatan ini kita dapat lihat, melalui kesenangan yang di rasai oleh penduduk mereka ; sehinggakan perempuan yang melalui di bawah pohonan buah tidak perlu memetik dengan cara memanjat atau mangait buah-buahan yang berada di atas kepala mereka , tetapi cukup dengan menjunjung bakul di bawah pohonan tersebut, kerana buah-buahan akan masuk dengan sendirinya kedalam bakul mereka sebagaimana yang telah di ceritakan oleh Qatadah.

Begitu juga perjalanan mereka yang berulang alik daripada Saba’ dan Syam yang memakan jarak ribuan kilometer, sang musafir tidak memerlukan kepada bekalan dan tidak takut kepada ancaman perompak, penyamun dan seumpamanya sebagaimana yang telah di ceritakan oleh Zamakhsyari.

Apakah ini kita dapati ada pada tamaddun sekarang, bahkan negara yang apabila semakin maju, maka semakin banyak jenayah yang berlaku di dalam negara tersebut.

Maka jika kita memandang dengan pandangan iman dan ilmu, maka kita dapat simpulkan bahawa tamaddun barat hari ini bukan lah merupakan tamaddun yang sebenar kerana ia tidak merangkumi semua aspek kemajuan. Maka ia tidak perlu menjadi kebanggaan kepada kita dan negara kita sebagai ikutan.

Zaman Keruntuhan Dan Kehancuran.

Apa yang menjadi perhatian kita di dalam kisah ini ialah zaman keruntuhan kerajaan Saba’. Jika kita melihat ayat-ayat yang menceritakan tentang tamadun Saba’, hanya terdapat dua ayat sahaja yang menceritakan tentang keagungan mereka, dan selebihnya ialah sebab-sebab kehancuran dan kejatuhan mereka.

Di antara sebab-sebab yang jelas yang di ceritakan oleh Allah swt ialah kerana mereka tidak mensyukuri nikmat yang telah di kurniakan oleh Allah swt sebagaimana firmannya :

Kemudian mereka berpaling, lalu kami kirimkan kepada mereka banjir yang merobohkan bendungan dan kami tukar kedua kebun mereka dengan dua kebun lain yang mempunyai buah yang pahit dan pohon atsl (pohon kayu yang tidak berbuah) dan sedikit pohon sidr.

( Surah Saba. Ayat : 16 ).

Apa makna kemudian mereka berpaling? Adakah mereka tidak mengucap alhamdulillah? Atau tidak bertahmid? Bukan, bukan… Bahkan ulama’ tafsir menyatakan mereka berpaling daripada mengikuti ajaran rasul…. Ajaran tauhid…

Maka inilah di antara perkara yang punca dan penyebab kecelakaan sesuatu umat. Kejatuhan kerajaan firaun yang besar di tangan Nabi Musa, kerajaan babylon di zaman Nabi Ibrahim, dan kerajaan Parsi dan Rom di zaman Nabi Muhammad dan umatnya, tidak lain dan tidak bukan melainkan kerana mereka tidak mengikuti ajaran nabi-nabi yang di utuskan kepada mereka.

Maka apakah negara kita telah melaksanakan ajaran yang di bawa oleh Nabi sehingga negara kita di anggap sebagai negara yang syukur dan tidak berpaling sebagaimana yang telah di nyatakan di dalam ayat? Maka ini adalah tempat kita bermuhasabah… Sebagai orang beriman dan orang yang belajar agama dan memahami al-quran.

Sebab Kejatuhan Dan Keruntuhan.

Antara sebab kecelakaan sesuatu kaum (أسباب هلاك الأمم ) ialah berlakunya monopoli, yang di sifatkan sebagai sikap yang berpunca daripada pemerintah yang menyebabkan sesebuah negara hancur. Di mana sikap inilah juga yang menjadi punca kepada keruntuhan kaum Saba’. Firman Allah swt:

(maka kamakmuran dan kemudahan itu menjadikan mereka sombong dan kufur) lalu berkata: "Wahai Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan Kami (di antara sebuah bandar Dengan Yang lain)", dan mereka berlaku zalim kepada diri mereka sendiri; lalu Kami jadikan (kisah perbuatan derhaka) mereka: buah mulut orang ramai, serta Kami pecah belahkan mereka berkecai-kecai. Sesungguhnya kisah mereka Yang tersebut mengandungi tanda-tanda (yang besar pengajarannya bagi tiap-tiap seorang (mukmin) Yang sentiasa bersikap sabar, lagi sentiasa bersyukur.

( Surah Saba’ . Ayat : 19 )

Mereka berdoa selepas Allah berikan kesenangan dengan memudahkan perjalanan daripada Yaman ke Syam sehingga orang-orang miskin dapat bermusafir dengan mudah.

Tetapi ini perkara yang tidak di senangi oleh pembesar sehinggakan mereka berharap supaya perjalanan dari yang mudah supaya di payahkan supaya golongan miskin tidak dapat ikut serta dan mengecapi kesenangan tersebut.

Atau dengan kata lain kesenangan dan kemewahan di dalam negara mahu di monopoli oleh pihak-pihak tertentu sahaja, samada ia berupa syarikat-syarikat besar di dalam negara atau projek-projek yang menguntungkan sesetengah pihak sahaja tanpa mengambil kira golongan miskin : seperti tol, kenaikan minyak dan seumpamanya.

Maka ini adalah di antara sebab mengapa mereka di binasakan. Dan Allah swt menyifatkan ini sebagai perbuatan yang menzalimi diri mereka sendiri. وَظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ dan mereka menzalimi diri mereka sendiri.

Negara kebajikan semakin lenyap. Negara perniagaan semakin terserlah. Sikap monopoli semakin berleluasa. Prinsip negara kebajikan yang dibina oleh nabi-nabi dan rasul-rasul semakin hilang. Model kerajaan kebajikan di zaman Iskandar Zulkarnain terhakis.

Maksudnya: Mereka berkata: "wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) dengan syarat engkau membina sebuah tembok di antara kami dengan mereka?". Dia menjawab: "(kekuasaan dan kekayaan) yang Tuhanku jadikan daku menguasainya, lebih baik (dari bayaran kamu); oleh itu bantulah daku dengan tenaga (kamu beramai-ramai) aku akan bina antara kamu dengan mereka sebuah tembok penutup yang kukuh.

( Surah Al-Kahfi. Ayat : 94-95 ).

"Negara kebajikan" yang diterangkan di dalam ayat ini menunjukkan Zulkarnain tidak menerima cukai yang hendak diberikan oleh rakyat, tetapi bantuan yang dipinta diberikan tanpa balasan.

Raja yang beriman ini tidak memikirkan cara-cara memaximumkan kemasukan negara, tetapi memikirkan bagaimana membantu rakyat.

Jika pemimpin negara sentiasa memikirkan cara memaximumkan kemasukan negara dan meminimumkan pengeluaran negara walaupun membebankan rakyat, maka negara ini dianggap sebagai "negara perniagaan" yang menjanjikan kegelapan dan kehancuran sebagaimana yang disebut oleh seorang tokoh sosiologi terkenal, iaitu Ibnu Khaldun di dalam Mukaddimahnya:

إِنَّ التِّجَارَةَ مِنَ الْحُكُوْمَةِ مَفْسَدَةٌ

( sesungguhnya, perniagaan dari pihak kerajaan (kepada rakyat) merupakan kemusnahan ).
[1]
Kekayaan kerajaan yang hakikatnya menguntungkan sesetengah pihak dibina diatas keperitan rakyat. Bebanan tol, kenaikan minyak dan barangan ditanggung oleh rakyat pertengahan dan miskin, dan dalam masa yang sama elaun pembesar-pembesar dinaikkan.

Rumah-rumah rakyat diroboh, kepentingan politik, kuasa, dan dendam membutakan mata hati mereka sehingga tidak dapat membezakan antara rumah musuh mereka dan rumah Allah s.w.t. Semua dirobohkan.

Sikap monopoli seperti inilah, akhirnya menyebabkan kaum saba’ ditimpa banjir batu yang besar sebagai bala daripada Allah.

Firman Allah swt :

Maka mereka berpaling ingkar, lalu Kami hantarkan kepada mereka banjir Yang membinasakan, dan Kami gantikan dua kumpulan kebun mereka (yang subur) itu Dengan dua kumpulan kebun Yang berisi Dengan pohon-pohon Yang pahit buahnya, dan pohon-pohon Yang jarang berbuah, serta sedikit pohon-pohon bidara.

( Surah Saba’ . Ayat : 16 )

Justeru itu mereka terus lemah dan akhirnya kerajaan Saba’ ini telah di gantikan dengan kerajaan Himyar atau Tubba’ yang di sebut oleh Allah swt di dalam surah Dukhaan ayat 37.

Maksudnya: (Mengapa mereka masih berdegil dalam kekufurannya?) Adakah mereka yang lebih kekuatan dan kehandalannya atau kaum "Tubba’" dan orang-orang yang terdahulu dari mereka? Orang-orang itu semuanya Kami telah binasakan, kerana sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.

( Surah Al-Dukhan. Ayat : 37 ).

Hakikat Kekayaan Dan Konsep Syukur Yang Dituntut.

Dua perkara yang menarik perhatian kita di dalam masalah أسباب هلاك الأمم ini iaitu sikap tidak mengikut ajaran keagamaan dan sikap monopoli di dalam sesebuah negara perlu menjadi pengajaran kepada kita semua sebagai seorang yang beriman kepada Allah swt.

Kita sebagai seorang islam yakin dengan janji yang telah Allah swt janjikan kepada kita tentang pengurniaan berkat di sebalik ketaqwaan penduduk sesebuah negara sebagaimana firmannya :

Jika penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, nescaya kami akan tumpahkan keberkatan daripada langit dan keberkatan dari bumi.

( Surah Al-A’raaf. Ayat :96
aleeya
(udm-kusza)

December 19th, 2006 by aleeya-nabila

PAS dan Pilihan Raya

Posted on Sunday, December 17 @ 20:32:59 MYT by din-cryptos Oleh benzaini "oleh: Benzaini

Membaca artikel-artikel oleh Ahmad Lutfi Othman serta laporan ucapan Dato’ Mustafa Ali mengenai PRU-11 dan PRU-12 di Malaysia dalam harakahdaily saya terpanggil untuk melakarkan tulisan ini. Saya sangat bersetuju dengan saranan dan cadangan yang diberikan oleh sdr Lutfi. Tanpa satu proses yang telus dan adil, mimpi pembangkang untuk meraih kemenangan yang bererti dalam PRU di Malaysia, jangankan untuk mengalahkan BN, akan terus tinggal mimpi. Dengan penipuan yang berleluasa bermula daripada pensepadanan semula kawasan pilihanraya sampai kepada daftar pengundi yang penuh dengan "hantu", penggunaan sepenuhnya jentera negara (sebenarnya jentera rakyat) daripada PDRM, Jabatan Pendaftaran Negara, Jabatan Penerangan, Pihak Berkuasa Tempatan sampai kepada seluruh media massa, elektronik dan bercetak, peluang pembangkakng hampir lenyap seperti dalam PRU-11. Usaha-usaha perlu dilakukan untuk menjadikan PRU di Malaysia benar-benar telus dan adil. BERSIH mestilah bersungguh-sungguh untuk membersihkan PRU dan jangan menerima nasib seperti pelbagai NGO berkaitan PRU yang telah ditubuhkan sebelum ini. Usaha-usaha ini bukan mudah dan BERSIH perlulah menggunakan peluang sebaiknya bagi tujuan tersebut. Seperti sdr Lutfi, saya percaya kepimpinan seperti sdr Anwar Ibrahim adalah diperlukan oleh BERSIH, baik untuk menimbulkan kesedaran dalam negeri, mahu pun untuk mendapat sokongan luar negara. Sebenarnya, pembangkang, terutama PAS, telah terlepas peluang keemasan untuk menentang pelbagai penipuan, penyelewangan dan penyalahgunaan kuasa oleh BN dalam PRU-11 dahulu, sekurang-kurangnya di Terengganu. Setelah keputusan PRU-11 diisytiharkan di Terengganu, rakyat memberi reaksi tidak percaya terhadap keputusan tersebut. Kumpulan orang ramai berhimpun secara kecila-kecilan dan secara sepontan di pusat-pusat pengiraan undi, juga di Wisma Negeri di Kuala Terengganu, mempersoalkan keputusan PRU - 11. Sayangnya pimpinan PAS pada masa itu, mungkin kerana terkedu dengan "kekalahan" di luar dugaan serta mungkin juga masih percaya kepada proses undang-undang di Malaysia yang telah teruk terjejas kredibilitinya, mengambil sikap menenangkan orang ramai dan meminta mereka menyerahkan masaalah PRU - 11 itu kepada pimpinan PAS untuk menyelesaikannya. Berikutnya satu perhimpunan telah diadakan di Rusila, dihadiri oleh puluhan ribu rakyat, untuk mendengar penerangan daripada pucuk pimpinan PAS mengenai PRU-11 itu. Sekali lagi pimpinan PAS terlepas peluang yang ada untuk menggerakkan massa menolak keputusan PRU-11 di Terengganu. Sekali lagi pimpinan PAS menenangkan orang ramai dan meminta pimpinan diberi kepercayaan untuk menyelesaikan kekusutan PRU-11. Sekiranya kepimpinana PAS pada malam itu berani mengambil risiko menggembeling massa mengadakan tunjuk perasaan secara damai menolak keputusan PRU-11 di Terengganu, adalah dipercayai senario politik, bukan saja di Terengganu malah di Malaysia juga, pasti telah berubah. Mungkin mudah untuk membuat ramalan seperti ini. Akan tetapi, lihatlah apa yang berlaku di Georgia dan Ukrine. Penolakan massa terhadap keputusan pilihanraya di negara-negara tersebut dan disokong sepenuhnya oleh parti-parti pembangkang serta NGO telah menyebabkan pemerintah yang menyeleweng dan menyalahguna kuasa telah tumbang. Ini tidak bertentangan dengan perinsip demokrasi. Lebih-lebih lagi apabila PRU yang menjadi simbul demokrasi telah dilacurkan sebegitu rupa. Apakah menyekat parti-parti pembangkang daripada menyibarkan program dan rancangan mereka kepada massa dengan menapikan mereka permit penerbitan yang wajar atau tidak memberi mereka peluang yang saksama di skerin telivesyen satu amalan demokrasi? Apakah mengenakan pelbagai syarat dan halangan kepada pembangkang untuk mengadakan ceramah-ceramah pilihanraya, sedangkan menteri-menteri BN berleluasa berarak ke seluruh negara merasmikan masjid usang atau sekolah robek mengguna segala kemudahan satu amalan demokrasi? Apakah meminda sempadan kawasan pilihanraya tanpa mengira keperluan sebenarnya selain daripada bertujuan menambahkan undi untuk BN satu amalan demokrasi? Apakah menyediakan daftar pengundi yang penuh dengan nama orang yang sudah meninggal dunia atau dengan nama-nama yang tidak pernah hidup di sesuatu kawasan mengundi merupakan amalan demokrasi? Apakah kalau undi sudah tidak lagi menjadi rahasia, itu satu amalan demokrasi? Sebenarnya, demokrasi di Malaysia hanya tinggal pada nama sahaja, dikaburi dengan ritual PRU yang penuh penyelewangan setiap 4 atau 5 tahun sekali. Hakikatnya tidak ada demokrasi yang tulin di negara ini. Semua ini perlu didedahkan bukan sahaja kepada rakyat negara ini, tetapi juga kepada dunia luar. Kejayaan gerakan reformasi demokrasi di Georgia dan Ukrine, bukan sahaja kerana sokongan massa dalam negeri, tetapi juga kerana tekanan daripada luar. Di sinilah ketokohan sdr Anwar Ibrahim dapat memainkan pernannya. Dengan hubungannya yang luas pada peringkat antarabangsa, beliau dipercayai dapat menggembelingkan sokongan dunia terhadap tuntutan pembersihan PRU di Malaysia ini. Dan ini perlu dilakukan segera, sebelum PRU-12. Sungguhpun begitu, kesedaran massa dalam negeri juga amat penting. Tanpa gerakan besar-besaran massa di Gerorgia dan Ukrine, tekanan luar tidak memberi erti apa-apa. Dan di sini sekali lagi sdr Anwar Ibrahim dapat memainkan peranannya dengan lebih berkesan. Dengan andaian bahawa PRU-12 akan diadakan sebelum sdr Anwar bebas untuk menyertainya, beliau mempunyai masa dan komitman yang lebih banyak untuk menguruskan masaalah kebobrokan demokrasi di Malaysia ini, yang saya rasa bukan hanya terbatas kepada ritual pilihanraya sahaja. Hal ini membawa tulisan ini kepada laporan ucapan Dato’ Mustafa. PAS sewajarnya berwewenang bukan sahaja sebagai sebuah parti politik yang ingin memenangi pilihanraya, tetapi terutamanya sebagai sebuah gerakan Islam yang tugas asasnya ialah berdakwah serta berusaha untuk menyibarkan ajaran Islam dan menegakkan pemerintahan yang berlandasakan ajaran Islam. Dan pilihanraya hanyalah merupakan salah satu mekanisma yang penting untuk mencapai matlamat tersebut. Akan tetapi, entah sejak bila, terdapat kecenderungan yang kuat, mungkin secara tidak sedar, yang seolah-olah ingin menjadikan PAS semata-mata sebuah parti politik yang berjuang untuk memenangi pilihanraya. Kebanyakan perbincangan dalam Mesyuarat Agung PAS, sejak PRU-11, tertumpu kepada soal pilihanraya. Bukanlah berbincang tentang pilihanraya itu tidak penting, tetapi itu bukan satu-satunya matlamat perjuangan PAS. Oleh itu seruan Dato’ Mustafa supaya ahli PAS memberi perhatian sama kepada kerja-kerja kebajikan sangat menarik. Cuma, usaha kebajikan kepada masyarakat sewajarnya bukan dibuat oleh ahli-ahli PAS secara individu sahaja. Adalah dipercayai sebagai individu, sudah ramai ahli-ahli PAS yang berbuat demikian. Apa yang lebih penting, ialah PAS sebagai sebuah gerakan Islam perlu mempunyai program kebajikannya yang tersusun dan rapi. Kalau HAMAS dan Hizbullah diberikan sebagai contoh, sebenarnya kedua-dua gerakan Islam itu mempunyai program kebajikannya yang sangat tersusun, bukan sekedar initiatif ahli-ahlinya sahaja. HAMAS dan Hizbullah mempunyai hospital, sekolah malah universiti mereka sendiri, selain daripada unit-init yang menyalurkan bantuan kewangan dan infrastruktur seperti air dan elektrik kepada yang tidak berkemampuan. PAS perlu bersedia, pada peringkat parti, dengan program kebajikan yang boleh memberikan kemudahan-kemudahan seperti ini, perlu ada perancangan yang jelas dengan strategi yang teratur. Dan dalam kerja-kerja kebajikan ini, PAS perlulah ikhlas tanpa memilih warna kulit, agama mau pun baju politik, sekiranya PAS ingin berjaya meraih sokongan umum kepada perjuangannya. Biarkanlah kerja-kerja kebajikan ini menjadi citra PAS dan imej pemerintahan berlandaskan Islam yang diperjuangkan oleh PAS. Kedua-dua perkara ini, pembersihan demokrasi dan usaha menjadikan kerja-kerja kebajikan sebagai sebahagian yang intergral daripada PAS, boleh berjalan serentak. Semoga dengan usaha-usaha ini matlamat perjuangan PAS sebagai sebuah gerakan Islam lebih mudah difahami ramai, baik muslim mau pun bukan muslim. Dan dengan sokongan semua pihak, kebobrokan pemerintah yang menular kepada masyrakat sekarang ini akan dapat disekat dan sebuah pemerintahan dan masyarakat yang adil dan saksama berlandaskan ajaran Islam dapat ditegakkan.

=SAMA2 KITA MEMBUAT PILIHAN YANG TERBAIK BAGI PNERAJU KERAJAAN BERDASARKAN APA YANG DIGARISKAN DALAM ISLAM..

=KPD PENDOKONG ISLAM..TERUSKAN USAHA..SLM JIHAD.! TAKBIR!!!

inzar………

December 11th, 2006 by aleeya-nabila

Assalamualaikum warahmatullah… semoga berada dalam keadaan
lindungan hidayahNya…

Sedikit tazkirah buat renungan kita bersama:

Mari lewati lorong waktu, menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya
Bersama-sama langkahi perjalanan pagi, siang, petang dan malam, yang penuh
liku, dengan persahabatan dalam keimanan. Di dunia ini, kita harus saling
berpegangan tangan. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan
yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini, seorang diri. Kita tak
dapat terlepas dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengharapkan kemampuan
sendiri. Kerana, kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan
mudah terpedaya. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” (An-Nisa
: 28)

Sahabat sahabiah yang dirahmati Allah,

Kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita
menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan
persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada
kebahagiaan akhirat. Allah SWT memberitakan bahawa hanya persahabatan di
atas dasar iman dan takwalah yang akan kekal abadi. “Teman-teman akrab pada
hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain
kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf : 67). Ibnu Kasir
mengatakan, “Seluruh persaudaran dan persahabatan yang tidak berlandaskan
kerana Allah pada hari kiamat nanti akan berubah menjadi permusuhan.” Begitu
juga pesan Rasul SAW dalam hadithnya , yang menyebutkan bahawa kita akan
dibangkitkan di hari kiamat bersama-sama orang yang kita cintai.

Saudaraku se-Akidahku,
Renungilah… Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling
dekat dengan kita dalam menyusuri kehidupan ini? Siapa orang yang paling
menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah-langkah hidup kita?
Orang solehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keredhaan Allah kah dia?
Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut
hingga di akhirat, sebagaimana digambarkan oleh Saidina Ali bin Abi Talib RA.

Ada

dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Salah seorang dari
keduanya meninggal dunia terlebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari
syurga. Ketika itu ia teringat akan teman akrabnya yang masih hidup di dunia
lalu ia berdo’a : “Ya Allah, sesungguhnya fulan adalah teman akrabku, dia
yang menasihatiku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Dia yang
mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku dari melakukan kemungkaran. Dia
juga yang menyedarkanku akan pertemuan dengan-Mu.. Ya Allah jangan Engkau
sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang
Engku berikan padaku dan sampai Engkau meredhainya sebagaimana Engkau redha
kepadaku.”

Maka Allah berkata padanya, “Pergilah. Seandainya engkau tahu yang Aku akan
berikan kepadanya, nescaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis.”
Sampai pada waktunya kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan roh
mereka bertemu di Syurga. Allah berkata kepada mereka, “Saling memujilah
kalian kepada sahabat kalian.” Maka masing-masing mereka mengatakan, “Dia
adalah sebaik-baik teman, sebaik-baik saudara, sebaik-baik sahabat…”

Alangkah indahnya!…

Pertemuan yang sangat menyanyat hati dan penuh kegembiraan. Mari kita mulai
dari sekarang. Bersahabatlah dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada
redha-Nya… InsyaAllah…

sekian,wassalam.

Strive 4 mardhatillah
(“,) insan faqir

Penantian yang tiada penghujung……….

November 20th, 2006 by aleeya-nabila
Bukan sekadar ilusi…ini adalah impian yang akan direalitikan. .harapan dan doa dipanjatkan. gejala murtad kian membarah dalam masyarakat kita hari ini. social illness semakin menjadi-jadi. kita sebagai mahasiswa, ape peranan kita? terutama kita menggalas nama sebagai mahasiswa ISLAM. sahabat-sahabat, mungkin nun jauh di sana, sahabat kurang menghadapi masalah ini, terutama kebanyakan sahabat2 mengambil pengajian agama.
kadangkala, ana tertanya sendiri. kenapa kita semakin lesu sekarang? kenapa pemuda pemudi kita seolah-olah telah kehilangan sensitiviti? kalau dulu, kisah natrah( harap pembaca tahu siapakah natrah), amat sensitif bg melayu muslim. walaupun thn 60-an bukan lagi tahun kebangkitan islam di malaysia, datuk2 dan nenek2 kita pada masa itu masih lagi asyik ma’syuk dengan agogo dan elvis, tapi mereka amat sensitif dengan kes natrah. kisah anak gadis belanda yang dibesarkan oleh sebuah keluarga melayu muslim di terengganu (tempat kelahiran ana sendiri), yang dipaksa untuk menukar agamanya. mereka sanggup mempertaruhkan nyawa, demi menyelamatkan aqidah seorang gadis islam.
tetapi, realiti pada hari ini, pada era kebangkitan islam di malaysia (kita yang akui) kenapa bila isu ini timbul, tiada tindakan yang boleh kita ambil. sekali lagi ana ulang, kita LESU. ana bukan menuding jari kepada sesiapa, lagipun jika benar ana menuding jari, satu jari ke arah orang lain, tapi empat jari kembali dituding ke arah ana. ana mula dapat mengesan, apakah punca2 yang menyebabkan kita lesu. ketika malaysia heboh seketika mengenai kes LINA JOY, tetapi media massa dan elektronik dalam masa yang sama, masih menyiarkan siaran-siaran yang lebih menjurus ke arah cintaka hedonisme (hiburan yang melampau), malah makin galak program2 seperti itu ditayangkan. ingatlah…jarum2 yahudi laknatullah sedikit2 sedang menusuk ke daging kita. suntikan itu kadangkala langsung tidak kita sedari, antaranya ialah melalui hiburan.
sahabat2 ukhuwwahfillah, ana igin mengajak, kita sudah mengenalpasti salah satu jarum yahudi ini.memang hiburan tidak salah dalam islam, tetapi bukan hiburan sebegini yang islam benarkan.ana tidak nafikan, sebenarnya diri kita sendiri masih terbelenggu dengan masalah ini.ana bercakap atas apa yang berlaku ke atas diri ana sendiri, bukan pada orang lain. sementelahan itu, kita cuba untuk baiki diri kita, tigkatkan kualiti ilmu yang sedang kita cari ini. kita jaga diri kita, jaga adik2 kita, jaga sahabat2 kita. jauhi diri kita dari perkara yang melaghakan. gunakan internet yang berada di hadapan mata kita ini sebagai jalan dakwah yang boleh digunapakai. teringat kata2 encik shah kirit (india yang masuk islam):"jika saya tidak mendapat hidayah, bila di tanya di akhirat nanti, saya akan salahkan kepada umat islam kerana mereka tidak pernah mengajak saya kepada cahaya kebenaran… "
lihatlah…betapa lalainya kita terhadap kewajipan agama…betapa perasannya kita dengan islam yang kita miliki…
bangunlah singa2 Allah..masanya telah tiba. kalau bukan di sini, di mana lagi.kalau bukan hari ini, bila lagi, kalau bukan anda, siapa lagi??   

MUNAJAT RINDU PADA RASULULLAH

November 20th, 2006 by aleeya-nabila

Tazkirah Dan segala puji bagi Allah Yang Maha Penyayang
Kurniakanlah kesejahteraan kepada Rasulullah penutup segala Rasul

Wahai bulan purnama yang telah mencapai segala kesempurnaan
Tak dapat ku gambar dan lafazkan akan ketinggian mu.

Engkaulah jua yang telah terbit menerangi ufuk yang tinggi
Lalu terpadam kegelapan kesesatan dengan cahayamu

Kerana mu bersinar kemilau alam ini wahai panji-panji hidayah
oleh cahaya, kemurahan dan kemuliaan mu

Selawat Allah Tuhanku sentiasa dan sepanjang masa
pada pagi dan petang mencucuri mu

Dan ke atas keluarga dan sahabat yang telah ditentukan oleh
Allah Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Agung ….

-udm-kusza

salam perjuangan………

November 19th, 2006 by aleeya-nabila

Kenapa mengeluh?

Kesenangan yang datang
Tak akan selamanya
Begitulah selepas susah ada kesenangan
Seperti selepas malam datangnya siang
Oleh itu waktu senang jangan lupa daratan

Gunakan kesempatan untuk kebaikan
Sebelum segalanya terlepas dari genggaman
Kelak menyesal nanti tak berkesudahan
Apa guna sesalan hanya menekan jiwa

Jangan difikir derita akan berpanjangan
Kelak akan membawa putus asa pada tuhan
Ingatlah biasanya kabus tak berpanjangan
Setelah kabus berlalu pasti cerah kembali

Ujian adalah tarbiyah dari Allah
Apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya
Kesenangan yang datang selepas kesusahan
Semuanya adalah nikmat dari tuhan

Sebagai muhasabah diri, hayatilah isi kandung lagu dan lirik lagu kehidupan daripada In team ini :

2678101988 Sebagai pelajar, kita kerap kali mengeluh apabila melihat keputusan ujian kita tidak memuaskan. Banyak la kerenah yg dibuat. Mengeluh macam hidup berhenti di situ sahaja. Tapi, tidak pula kedengaran ucapan Alhamdulillah dari mereka. Tidak juga melihat senyuman sebagai tanda syukur kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Sahabatku, kita bernasib baik kerana Allah Subhanallahu wa ta’ala kurniakan kita kertas peperiksaan sebegitu. Kalau kita lihat saudara kita di Palestin sana, mereka tak dapat nak belajar dengan tenang langsung apalagi nak menempuh examinations. Sebagai tambahan, keperitan hidup anak org miskin yg tak dapat bersekolah. Ni kita yang diberi peluang untuk menuntut ilmu masih lagi nak mengeluh? Dapat result exam teruk sikit dah nak mengeluh macam harapan dah tiada. Tepuk dada tanya tahap keimanan kita. Dulu azreen selalu mengalami situasi macam tu. Alhamdulillah. Atas nasihat fasilitator seminar yg azreen pergi sebelum ini, baru azreen sedar betapa sombongnya diri ini mengeluh pabila ujian menimpa. Justeru itu sahabat, marilah kita buang sifat yang angkuh iaitu mengeluh!

Boot_1 Kadang-kadang dalam hidup kita ini, kita menerima banyak sangat dugaan. Banyak sangat ujian. Banyak sangat onak duri. Kita banyak mengeluh. Murung dan sedih menyelam jiwa kita. Tetapi, pernahkah sahabat terfikir nak ucap ‘Alhamdulillah’ ketika kita menerima segala musibah itu? Biasanya, ayat yg selalu kita ucap ialah aduh, ooo, sumpah seranah, ish dan macam-macam lagi. Kenapa ayat seperti itu yang kita ucapkan wahai sahabat? Kenapa bukan ucapan Alhamdulillah? Harusnya, kita wujudkan rasa syukur dalam diri kita apabila menerima musibah. Begitu jugak kalau kita lihat orang lain menimpa musibah. Bukan untuk merasa gembira melihat mereka ditimpa musibah, tetapi kita ucapkan syukur kerana musibah itu merupakan peringatan daripada Allah Subhanallahu wa ta’ala kepada kita. Bukankah itu tandanya Allah Subhanallahu wa ta’ala sayang akan kita? Sesungguhnya Allah Subhanallahu wa ta’ala itu MAHA PENYAYANG dan MAHA MENGETAHUI.

Dalam derita ada bahagia. Dalam gembira mungkin terselit duka.